Pengecualian dalam Kaidah أن Mudmarah Setelah Lam

Adapun maksud Ibnu Hisyam, مَسْبُوقٍ بِاسْمٍ خَالِصٍ “Bisa didahului oleh isim murni (isim khalish)” ini merupakan batasan untuk mengecualikan isim yang tidak murni, yaitu isim yang mengandung makna fi’il, seperti isim fa’il. Contohnya adalah: الْمُتَكَلِّمُ فَيَسْتَفِيدُ الطَّالِبُ، هُوَ الْمُحَاضِرُ “Pembicaranya adalah dosen, sehingga mahasiswa memperoleh manfaat.” Kata الْمُتَكَلِّمُ merupakan shigoh isim fa’il. Pada isim fa’il tersebut terdapat makna fi’il, dan dia menggantikan fi’il. Kata الْمُتَكَلِّمُ merupakan … [Read more…]