Wajibkah Membalas Ketika Diberi Hadiah?

Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang telah dikenal sejak dahulu dalam kehidupan manusia. Hampir di setiap masyarakat, hadiah menjadi simbol penghormatan, kasih sayang, persahabatan, atau rasa terima kasih. Dalam Islam, praktik memberi hadiah bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi juga termasuk bagian dari akhlak yang dianjurkan oleh syariat. Hadiah dapat mempererat hubungan antarindividu, … [Read more…]

Fatwa Ulama: Hukum Memelihara Jenggot

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus  Pertanyaan: Sebagian imam menyampaikan kepada saya bahwa tidak ada dalil yang menunjukkan wajibnya memelihara jenggot. Menurutnya, membiarkan jenggot tumbuh bukan termasuk ibadah yang diperintahkan, melainkan hanya merupakan kebiasaan orang Arab. Apakah pendapat ini benar? Apa dalil yang mendukungnya? Mohon berikan fatwa kepada kami, semoga Allah memberi pahala kepada Anda. Jawaban: … [Read more…]

Manajemen Tim dan Waspadai Penjilat

Tidak hanya kepada Allah ﷻ, tetapi pemimpin pun harus menaruh kepercayaan kepada bawahannya ولا تتهمن أحدا من الناس فيما توليه من عملك قبل أن تكشف أمره “Janganlah engkau mencurigai siapapun yang bekerja untukmu terkait tugas yang telah engkau percayakan kepadanya, sebelum engkau memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengannya.” Mencurigai orang-orang yang tak bersalah dan berprasangka … [Read more…]

Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia

Kesadaran terhadap alam gaib yang menumbuhkan integritas dalam kehidupan nyata. Kita hidup pada masa ketika seseorang dapat membangun citra publik dengan sangat rapi. Unggahan dapat dipilih, komentar dapat dihapus, riwayat penelusuran dapat dibersihkan, dan percakapan dapat disembunyikan. Seseorang mungkin tampak santun di ruang terbuka, tetapi kasar dalam pesan pribadi. Ia dapat terlihat amanah di hadapan … [Read more…]

Mengenal Nama Allah “Asy-Syaakir” dan “Asy-Syakuur”

Di antara perkara yang paling menenteramkan hati seorang mukmin saat mengarungi ujian kehidupan adalah keyakinan bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang menguap sia-sia di sisi Allah. Sekalipun suatu amalan terlihat begitu sederhana dalam pandangan manusia, bahkan ketika tidak ada lisan yang menyanjungnya, Allah Ta’ala tidak pernah mengabaikannya. Dia membalas ketaatan yang sedikit dengan pahala … [Read more…]

Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 2)

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas bagaimana awal perintah dakwah secara terang-terangan turun kepada Rasulullah ﷺ. Pada artikel kali ini, kita akan lanjutkan bagaimana para pembesar kafir Quraisy melakukan perundingan dengan Abu Thalib agar mau menghentikan dakwah sang keponakan. Mengapa Quraisy mendatangi Abu Thalib? Mungkin akan ada yang bertanya, “Mengapa para pembesar Quraisy tidak langsung … [Read more…]

Amalmu Tercatat dan Engkau Harus Bertanggungjawab

Sebelumnya, kita telah ber-tadabbur tentang hal-hal luar biasa yang terjadi pada hari kiamat. Setelah itu, manusia akan ingat segala amal yang telah dikerjakan di dunia, mereka ingat dan ketakutan karena harus mempertanggungjawabkan amal tersebut di akhirat. Allah juga mencela manusia-manusia yang durhaka kepada-Nya, padahal Allah telah memberikan banyak sekali kenikmatan yang tidak dapat dihitung jumlahnya … [Read more…]

Mengenal Akidah Maturidiyyah (Bag. 2): Pokok-Pokok Keyakinan Maturidiyyah dan Bantahan Ahlus Sunnah

Mempelajari sejarah aliran teologi tidak cukup hanya dengan mengetahui siapa tokoh pendirinya dan di wilayah mana mazhab tersebut menyebar. Bagi seorang penuntut ilmu, kajian sejarah hanyalah pintu masuk untuk menelaah hal yang jauh lebih esensial, yaitu menimbang pokok-pokok keyakinan yang dibangun aliran tersebut dengan neraca Al-Qur’an, As-Sunah, dan pemahaman generasi salaf. Langkah ini sangat diperlukan … [Read more…]

Antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ’Arabi (Bag. 2)

Perbedaan antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ‘Arabi mengantarkan kita untuk mengetahui perbedaan antara kebenaran dan kekeliruan. Dengan mengetahui keduanya, akan dapat dipahami bagaimana perhatian para ulama dalam menjelaskan kesalahan dan penyimpangan dalam keyakinan dan pemikiran tanpa melihat person tertentu. Penyimpangan dijelaskan agar terbedakan antara yang haq dengan yang bathil, sehingga kalaupun dalam penjelasan tersebut terdapat … [Read more…]

Mengikuti Rasulullah dan Meninggalkan Bid’ah

Kedua, mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan bid’ah (perkara-perkara baru dalam agama) Di antara prisnsip manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mencintai beliau melebihi kecintaan kepada dirinya sendiri, kedua orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia, serta mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan mengikuti (ittiba’) sunah … [Read more…]