Zikir merupakan salah satu ibadah agung yang menjadi kunci ketenangan hati dan kekuatan iman seorang muslim. Berzikir merupakan suatu amalam yang senantiasa dilakukan oleh seorang muslim setiap saat. Banyak berzikir merupakan suatu hal yang Allah ta’ala perintahkan kepada hambanya, sebagaimana firman-Nya,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرً
“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan pada kita bahwa zikir adalah amalan yang utama yang bisa menaikan derajat, lebih baik dari emas dan perak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ألَا أنبئكم بخير أعمالكم وأزكاها عند مليككم، وأرفعها في درجاتكم، وخيرٍ لكم من إنفاق الذهب والوَرِقِ، وخير لكم من أن تلقَوا عدوَّكم، فتضربوا أعناقهم، ويضربوا أعناقكم؟ قالوا: بلى، فقال عليه الصلاة والسلام: ذِكْرُ الله تعال
“Maukah kalian aku beritahu tentang amalan yang paling baik bagi kalian, paling suci di sisi Rabb kalian, paling tinggi dalam derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada berjumpa dengan musuh, lalu kalian memukul leher mereka dan mereka memukul leher kalian?” Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berzikir kepada Allah Ta’ala.” (HR. Trimidzi)
Selain itu, zikir juga memiliki banyak keutamaan lain, mulai dari ketenangan hati hingga derajat di sisi Allah. Maka dari itu, zikir sepetutnya merupakan amal yang seharusnya kita sebagai muslim perhatikan dan terus menerus mengerjakannya.
Melalui artikel ini, kami ingin mengajak pembaca dan juga mengingatkan kami pribadi untuk berusaha merutinkan zikir sebanyak-banyaknya di setiap kesempatan. Sehingga kami, melalu artikel ini ingin menyajikan panduan lengkap zikir sesuai sunnah Nabi. Pembahasan mencakup pengertian zikir dalam Islam, dalil dari Al-Qur’an dan hadis, keutamaan zikir, hingga contoh zikir yang diajarkan oleh Nabi. Berikut ini adalah panduan lengkap zikir:
Makna zikir
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai ibadah zikir, sebelumnya kita perlu ketahui terlebih dahulu makna dan arti zikir.
Pengertian secara bahasa
Zikir dalam bahasa arab berasal dari kata (ذَكَرَ) yang memiliki beberapa arti, di antara artinya adalah:
Pertama, Menjaga atau menghadirkan sesuatu dalam ingatan.
Kedua, Menyebutkan hal tersebut dengan lisan, atau melafalkannya.
Ketiga, Pujian terhadap sesuatu.
Pegertian dalam istilah syar’i
Adapun pengertian Zikir dalam istilah syariat adalah mengingat Allah dan memuji-Nya, baik dengan menyebut tentang Dzat-Nya, sifat-sifat-Nya, Perbuatan-Nya, dan nikmat-nikmat-Nya, atau dengan beribadah kepada-Nya, membaca Kitab-Nya, serta dengan berdoa dan memohon kepada-Nya.
Tata cara berzikir
Setelah kita mengetahui apa itu zikir lantas bagaimana kita berzikir? Apakah cukup berzikir di dalam hati saja atau bagaimana? Zikir yang paling utama dilakukan dengan mengerakan lisan kita serta menghadirkan dalam hati untuk memuji dan mengigat Allah ta’ala seperti dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan bentuk bentuk lafadz zikir lainnya. Hal tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ
“Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara.” (QS. Al-A’raf: 205)
Pada ayat di atas bisa disimpulkan bahwa Allah memerintahkan kita berzikir dengan tidak mengeraskan suara. Artinya, bahwa zikir merupakan suatu amalan yang menghasilkan suara dengan dilafadzkan dan Allah perintahkan untuk tidak mengeraskan suara ketika berzikir sehingga berzikir dengan suara yang kecil.
Singkatnya, tata cara berzikir yang paling utama untuk dilakukan yaitu dengan bergeraknya lisan dan juga hadirnya hati.
Perintah dan kedudukan zikir yang disebutkan dalam Al-quran dan hadis
Zikir merupakan ibadah yang penting bagi seorang muslim. Allah dan Rasul-Nya memerinkahkan kita untuk berzikir dan mengabarkan tentang kedudukan zikir dalam beberapa tempat di Al-Quran maupun pada hadis-hadis Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:
Dalil-dalil Al-Quran
Ada beberapa dalil dari ayat Al-Quran yang memerintahkan kita untuk berzikir di antaranya adalah firman Allah ta’ala,
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى
“Bertasbilah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbitnya matahiri dan sebelum terbenamnya matahari dan juga di tengah malam dan bertasbihlah di ujung hari siang hari agar engkau merasa tenang.” (QS. Taha: 130)
Allah ta’ala juga berfirman,
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Ingatlah tuhan kalian di dalam diri kalian dengan rendah hati serta rasa takut pada waktu pagi dan petang tanpa mengeraskan suara, dan janganlah engkau termasuk dari orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205)
Allah ta’ala juga berfirman,
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Ingatlah Aku niscaya Aku akan mengingat kalian, bersykurlah kalian kepada-Ku dan jangan kalian berbuat kufur.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Selain memerintahkan untuk berzikir Allah ta’ala juga mengancam orang-orang yang lalai untuk berzikir. Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمى
“Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Taha: 124)
Dalil-dalil Hadis
Adapun dalil-dalil dari hadis yang memerintahkan untuk berzikir ada banyak, diantaranya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
سبق المفرِّدون، سبق المفردون، قالوا: يا رسول الله، ما المفردون؟ قال: الذاكرون الله كثيرًا والذاكرات
“Orang-orang mufarridun telah mendahului (dalam meraih keutamaan), orang-orang mufarridun telah mendahului”Para sahabat bertanya,“Wahai Rasulullah, siapakah al-mufarridun itu?”Beliau menjawab,“Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah.” (HR. Ibnu Majah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda tentang golongan yang diberi naungan di Akhirat nanti,
سبعةٌ يُظِلُّهم الله في ظلِّه يومَ لا ظِلَّ إلا ظله، وذكر منهم: ورجل ذكر الله خاليًا، ففاضت عيناه
“Tujuh goongan yang Allah beri mereka naungan pada naungan-Nya di hari yang tiak ada naungan selain naungan-Nya.” disebetukan sebagian dari mereka, “Seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian, lalu meneteslah air matanya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda tentang pentingnya zikir,
لكل شيء صَقَالةٌ، وصقالة القلوب ذكرُ الله عز وجل
“Segala sesuatu ada pengkilapnya, dan pengkilap hati adalah dzikir kepada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Baihaqi)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga memberi permisalan antara orang yang berzikir dan orang yang tidak. Beliau bersabda,
مَثَلُ الذي يذكر ربه، والذي لا يذكر ربه، مَثَلُ الحي والميت
“Permisalan orang yang mengingat tuhannya dengan orang yang tidak mengingat tuhannya adalah seperti yang hidup dengan yang mati.” (HR. Bukhari)
Manfaat zikir
Selain merupakan ibadah yang diperintahkan dan memiliki kedudukan yang tinggi zikir juga merupakan suatu ibadah yang memiliki banyak manfaat atau faedah bagi pelakunya. Di antara faedah zikir adalah:
Menjaga pelakunya dari bisikan setan
Orang yang senantiasa berzikir akan dijaga dari bisikan-bisikan setan. Hal tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِين
“Siapa yang berpaling dari zikir kepada Yang Maha Pengasih, Kami biarkan setan (menyesatkannya). Maka, ia (setan) selalu menemaninya. (QS. Az-Zukhruf: 36)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
الشيطان جاثم على قلب ابن آدم، فإذا ذكر الله تعالى خَنَسَ، وإذا غفل وسوس
“Setan mendekam di hati anak Adam. Jika ia mengingat Allah Ta‘ala, setan itu mundur. Namun jika ia lalai, maka setan membisikkan (keburukan).”(HR. Bukhari)
Zikir bisa menyucikan hati
Zikir merupakan amalan yang bisa menyucikan hati. Hal tersebut sebagaimana sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لكل شيء صَقَالةٌ، وصقالة القلوب ذكرُ الله عز وجل
“Segala sesuatu ada pengkilapnya, dan pengkilap hati adalah dzikir kepada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Baihaqi)
Zikir menjadi sebab ketenangan hati
Zikir bisa menjadi penenang hati. Orang yang banyak berzikir akan menjadikan hatinya tenang. Hal tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
ما جلس قومٌ يذكرون الله إلا حفَّتْهم الملائكةُ، وغَشِيَتْهم الرحمة، ونزلت عليهم السَّكِينة، وذكرهم الله فيمن عنده
“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan dikelilingi para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya.” (HR. Ibnu Majah)
Sebab Hidupnya Hati
Manfaat zikir lainnya adalah merupakan sebab hidupnya hati. Zikir merupakan salah satu sebab hidupnya hati. Orang yang lalai berzikir akan menjadikan dirinya sebagai jasad yang tidak ada hati di dalamnya. Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
مَثَلُ الذي يذكر ربه، والذي لا يذكر ربه، مَثَلُ الحي والميت
“Permisalan orang yang mengingat tuhannya dengan orang yang tidak mengingat tuhannya adalah seperti yang hidup dengan yang mati.” (HR. Bukhari)
Sebab dekatnya Allah ta’ala
Di antara manfaat zikir adalah menjadikan Allah dekat dengan pelakunya. Orang yang senantiasa bibirnya bergerak untuk berzikir mengingat Allah, Allah akan membersamainya. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam sebuah hadis qudsi,
أنا مع عبدي ما ذكرني، وتحركت بي شفتاه
“Aku bersama hamba-Ku yang mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak bersamaku.” (sunan ibnu Majah)
Sebab selamat dari azab Allah
Manfaat lain dari zikir adalah menjadi sebab selamat pelakunya dari azab Allah azza wa jalla di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut sebagaimana dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ما عمِل آدميٌّ عملًا أنجى له من عذاب الله، من ذكر الله
“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah dibanding dengan zikir kepada Allah.” (HR. Ibnu Hibban)
Sebab dijauhkan dari amal buruk
Di antara manfaat zikir lainnya merupakan sebab dijauhkan dari amal buruk. Di antara amal buruk yang dijauhkan adalah berupa berbohong, ghibah, namimah, perbuatan yang sia-sia, dan sebagainya.
Seorang yang rajin berzikir dalam hatinya pastinya tidak akan terpikirkan untuk melakukan hal-hal buruk di atas. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut selalu mengingat Allah dan tidak mungkin akan melakukan keburukan tersebut dalam keadaan mengingat Allah. Orang tersebut juga tidak akan terjerumus pada perbuatan yang sia-sia karena waktunya penuh dengan hal yang bermanfaat, yaitu berzikir kepada Allah.
Orang yang berzikir akan diingat oleh Allah
Manfaat lain dari zikir adalah akan diigat oleh Allah ta’ala. Hal tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala,
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Ingatlah Aku niscaya aku akan mengingat kalian, bersykurlah kalian kepadaku dan jangan kalian berbuat kufur.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Jenis-jenis zikir
Setelah kita ketahui kedudukan dan manfaat zikir selanjutnya akan keta pelajari tenang jenis-jenis zikir. Apa saja jenis zikir? Secara umum zikir terbagi menjadi dua jenis yaitu zikir muthlaq dan zikir muqayyad. Kedua jenis zikir ini Allah ta’ala secara tidak langsung perintahkan kita untuk mengerjakan dua zikir tersebut dalam Al-Quran. Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kalian kepada Allah dengan zikir yang banyak dan bertasbihlah kalian di waktu pagi dan sore.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)
Pada ayat di atas Allah ta’ala memerintahkan kita untuk mengerjakan zikir muthlaq dengan memerintahkan zikir dengan zikir yang banyak. Ayat di atas juga memerintahkan kita untuk melakukan zikir muqayyad dengan memerintahkan kita bertasbih di waktu pagi dan pada waktu sore. Lalu apa pengertian kedua zikir tersebut?
Zikir muthlaq
Zikir muthlaq merupakan zikir yang tidak terikat dengan waktu atau sebab apapun. Zikir ini bisa dilalakukan kapan pun, di mana pun, sambil duduk, tidur, ataupun berbaring. Sebagaimana firman Allah ta’ala,
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ
“Orang-orang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.” (QS. Ali Imran: 191)
Zikir muthlaq juga merupakan zikir yang Rasulullah kerjakan pada setiap waktu. ‘Aisyah radiyallahu ‘anhaa berkata,
كان النبي صلى الله عليه وسلم يذكر الله على كل أحيانه
“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berzikir kepada Allah pada setiap saat.” (HR. Muslim)
Lalu apa yang dibaca ketika mengerjakan zikir muthlaq? Zikir muthlaq tentunya tidak ada aturan khusus, kita bisa membaca zikir apa saja. Kita bisa membaca istighfar, tasbih, tahmid, dan lainnya. Di antara zikir yang paling utama yang bisa dibaca adalah kalimat laa ilaha illa Allahu.
Zikir muqayyad
Adapun zikir muqayyad kebalikan dari zikir muthlaq. Zikir muqayyad merupakan zikir yang dilakukan karena sebab tertentu dan menggunakan lafadz-lafadz tertentu. Contoh dari zikir muqayyad adalah zikir setelah shalat, zikir pagi, zikir petang, dan berbagai zikir lainnya yang bisa dibaca pada waktu waktu tertentu.
Macam-macam zikir harian dan waktu tertentu
Zikir memiliki banyak macam mulai berdasarkan sebab waktu dan kondisi. Ada beberapa macam zikir yang bisa dibaca setiap hari dan juga pada waktu-waktu tertentu. Di antara macam-macam zikir tersebut adalah:
Zikir pagi dan petang
Zikir pagi dan zikir petang adalah kumpulan doa dan zikir yang dianjurkan untuk dibaca pada waktu pagi dan pada waktu petang. Zikir pagi dan zikir petang ini merupakan zikir yang seharusnya kita rutinkan. Hal tersebut dikarenakan dua waktu ini merupakan dua waktu yang Allah sebutkan secara khusus agar kita bertasbih kepada-Nya sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
“Bertasbihlah pada-Nya (Allah) di waktu pagi dan di waktu petang.” (QS. Al-Ahzab: 42)
Banyak doa dan bacaan zikir yang bisa dibaca pada dua waktu ini di antaranya adalah doa sayyidul istighfar,
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“ALLAHUMMA ANTA RABBI LAILAHA ILLA ANTA, KHALAQTANI WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MA SHANA’TU, ABU’U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABU’U BI DZANBI, FAGHFIRLIY FAINNAHU LAYAGHFIRUDZ DZUNUBA ILLA ANTA”
“(Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada Rabb yang berhak disembah, kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa, kecuali Engkau).” (HR. Bukhari)
Selain itu ada beberapa bacaan lain juga yang bisa dibaca pada zikir pagi dan sore, seperti membaca Ayat kursi, membaca surat Al-Ikhlas, dan bacaan lainnya yang Rasulullah contohkan untuk di baca di waktu pagi dan juga waktu sore.
Zikir setelah salat
Setelah salat rasulullah mencontohkan kepada kita untuk membaca beberapa zikir setelah salat. Ada beberapa zikir yang bisa kita baca setelah salat di antaranya adalah,
لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهو علَى كُلِّ شيءٍ قَدِيرٌ، لا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا باللَّهِ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ، له النِّعْمَةُ وَلَهُ الفَضْلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسَنُ، لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ له الدِّينَ ولو كَرِهَ الكَافِرُونَ
“LAA ILAHA ILLALLOOHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAH. LAA ILAHA ILLALLOOH WA LAA NA’BUDU ILLA IYYAAH. LAHUN NI’MATU WA LAHUL FADHLU WA LAHUTS TSANAA-UL HASANU. LAA ILAHA ILLALLOOH MUKHLISHIINA LAHUD DIIN WA LAU KARIHAL KAAFIRUUN”
”(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Semua nikmat, anugerah dan pujian yang baik adalah milik Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya).” (HR. Muslim)
Selain itu ada juga bacaan zikir berupa istighfar 3 kali, membaca tahmid, tasbih, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali, membaca ayat kursi, dan bacaan bacaan lainnya yang dianjurkan untuk dibaca setelah selesai melaksanakan salat.
Zikir sebelum tidur
Tidur merupakan sebuah nikmat yang Allah anugerahkan kepada hambanya. Tentunya seluruh manusia perlu akan tidur. Sebelum tidur ternyata ada anjuran untuk membaca doa dan zikir sebelum tidur. Doa dan zikir yang bisa dibaca ketika sebelum tidur di antaranya adalah,
باسْمِكَ اللَّهُمَّ أمُوتُ وأَحْيَا
“BISMIKALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA”
“(Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup).” (HR. Bukhari no. 6324)
Selain itu juga bisa membaca bacaan lain seperti membaca ayar kursi, Al-Falaq, Al-Ikhlas, An-Naas, dan bacaan lainnya yang dianjurkan untuk dibaca ketika sebelum tidur.
Zikir ketika bangun tidur
Selain sebelum tidur setelah bangun tidur juga ternyata kita dianjurkan untuk berdoa dan berzikir setelah bangun tidur. Doa dan zikir yang bisa di baca setelah bangun tidur di antaranya adalah,
الحمد للهِ الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه النشورُ
“ALHAMDULILLAHILLADZI AHYAANA BA’DAMAA AMAATANA WA ILAIHIN NUSYUUR”
“(Segala puji bagi Allah yang menghidupkanku dan mematikanku dan kepadaNya lah kita dikembalikan)” (HR. Bukhari)
Zikir di malam hari
Malam hari merupakan suatu waktu yang utama bagi seorang muslim untuk beribadah terutama di sepertiga malam terakhir. Pada waktu ini juga ada beberapa zikir yang bisa dibaca, di antara zikir di malam hari yang bisa dibaca adalah,
لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ
‘LAILAHAILLALLAH WAHDAHU LASYARIKALAHU. LAHUL MULKU WALAHULHAMDU WAHUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR. ALHAMDULILLAH WASUBHANALLAH WALAILAHA ILLALLAHU WALLAHU AKBAR WALAHAULA WALAQUWWATA ILLA BILLAH’
‘Segala puji bagi Allah. Tiada sembahan yang benar, kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahamampu atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Mahasuci Allah. Tiada sembahan yang benar, kecuali Allah. Allah Mahabesar. Serta, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan (pertolongan) Allah.’
Zikir ketika masuk pasar
Di antara waktu dan tempat yang di anjurkan untuk banyak berzikir adalah ketika masuk pasar. Sebaiknya kita memperbanyak zikir ketika masuk pasar, hal tersebut dikarenakan orang yang tidak lalai berzikir ketika melakukan aktifitas perniagaan Allah janjikan balasan yang besar. Allah ta’ala berfirman,
رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالأبْصَارُ، لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS an-Nuur:37-38)
Lalu zikir apa yang bisa dibaca ketika masuk pasar? Bacaan yang bisa dibaca ketika masuk pasar di antaranya adalah,
لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير
“LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU, YUHYII WA YUMIIT, WA HUWA HAYYUN LAA YAMUUT, BI YADIHIL KHOIR, WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR”
“(Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu.)” (HR. Tirmidzi)
Zikir pada bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia yang tentunya banyak keutamaan pada bulan tersebut. Tentunya pada bulan yang mulia ini ada doa dan zikir khusus yang bisa di baca pada bulan Ramadhan. Zikir-zikir di bulan Ramadhan yang bisa kita baca di antaranya ada,
Doa ketika melihat hilal
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
“ALLAHUMMA AHILLAHU ‘ALAYNA BILYUMNI WAL IIMAANI WAS SALAAMATI WAL ISLAAMI. ROBBII WA ROBBUKALLAH”
“(Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah)” (HR. Ahmad)
Doa di malam lailatul qadar
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
“ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ANNI”
“(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.)” (HR. Tirmidzi)
Adab-adab berzikir
Zikir merupakan amalan ringan yang bisa dikerjakan kapan pun dan di mana pun. Akakn tetapi perlu juga kita memperhatikan adab-adab dalam berzikir agar pahala zikir kita bisa lebih maksimal. Di antara adab dalam berzikir adalah,
Bersuci ketika berzikir
Sebaiknya ketika berzikir kita dalam keadaan suci dari hadats. Hal tersebut sebagaimana contoh dari nabi shallallahu’alayhi wa sallam sebagaimana dalam sebuah hadits beliau bersabda,
إني كرهت أن أذكر الله عز وجل إلا على طُهْرٍ، أو قال: على طهارة
“Sesungguhnya aku tidak menyukai berzikir kepada Allah ta’ala kecuali dalam keadaan suci, atau dalam keadaan telah bersuci.” (HR. Abu Dawud)
Tidak berzikir di tempat yang terlarang
Walaupun zikir merupakan ibadah yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, ada tempat yang dilarang untuk kita berzikir. Diantara waktu dan tempat terlarangnya berzikir adalah,
1) Ketika buang hajat
2) Ketika bersama pasangan di ranjang
3) Ketika khotib berkhutbah
4) Di dalam kamar mandi
5) Ketika sedang shalat
Penutup
Bezikir merupakan amalan yang ringan dikerjakan tapi berat di timbangan. Semoga dengan artikel panduan lengkap zikir ini bisa membatu kita semua agar selalu rutin berzikir di setiap keadaan sehingga kita bisa termasuk golonga orang-orang yang senantiasa berzikir yang Allah siapkan ampunan dan pahala di akhirat kelak. Allah ta’ala berfirman,
وَٱلذَّاكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱلذَّاكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةًۭ وَأَجْرًا عَظِيمًۭا
“Para laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah, Allah sediakan bagi mereka ampunan dan juga pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)
***
Penulis: Firdian Ikhwansyah
Artikel Muslim.or.id
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.